SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA PERESMIAN JEMBATAN SURABAYA-MADURA (SURAMADU) TAHUN 2009

Bangkalan, Madura, 10 Juni 2009

 

 

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

 

Yang saya hormati Pimpinan dan Para Anggota Lembaga Tinggi Negara (DPR dan DPD),

Para Menteri Koordinator dan Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,

Panglima TNI, Kapolri dan Para Kepala Staf Angkatan,

Yang Mulia Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok, Para Konsul Jenderal dan Perwakilan negara-negara sahabat,

Gubernur Jawa Timur dan para pejabat baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif maupun TNI dan Polri yang bertugas di Provinsi Jawa Timur,

Para Sesepuh, Alim Ulama, Tokoh-tokoh Masyarakat, dan para hadirin yang berbahagia,

 

Hadirin sekalian yang saya hormati,

Marilah kita bersama-sama, sekali lagi memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, atas rahmat dan karunia-Nya, pada hari ini kita dapat menghadiri peresmian penggunaan Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) yang monumental ini. Atas nama negara dan pemerintah, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yag setinggi-tingginya kepada Menteri Pekerjaan Umum, saudara Djoko Kirmanto, Gubernur Jawa Timur, saudara Sukarwo beserta jajarannya, serta semua pihak atas kontribusi dan kerja kerasnya dalam menyelesaikan proyek pembangunan Jembatan ini.

 

Saya juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih, kepada mitra dari negara sahabat, khususnya Republik Rakyat Tiongkok, yang telah ikut berpartisipasi dalam pembangunan proyek jembatan yang akan kita resmikan bersama pada hari ini.

 

Hadirin yang saya hormati,

Sungguh merupakan kebahagiaan sekaligus kebanggaan bagi kita bangsa Indonesia, karena pada pagi hari yang cerah ini—setelah hampir setengah abad—impian bangsa Indonesia untuk memiliki jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Madura, akhirnya terwujud. Bangsa Indonesia, kembali mengukir sejarah baru dengan selesainya sebuah karya anak bangsa, dalam pembangunan infrastruktur yang membanggakan.

 

Di hadapan kita sekarang, mimpi itu menjadi kenyataan. Di hadapan kita, membentang sebuah jembatan sepanjang 5.438 meter, sekaligus merupakan jembatan terpanjang di seluruh Kepulauan Nusantara. Jembatan yang akan menjadi kebanggaan kita semua, kebanggaan bangsa Indonesia. Jembatan yang menjadi tonggak sejarah baru, dalam pembangunan konstruksi prasarana perhubungan di Indonesia.

 

Saudara-saudara,

Sesungguhnya, sejak awal pembangunan untuk mengisi kemerdekaan, bangsa kita dari generasi ke generasi telah menghadirkan karya-karya yang monumental. Pada tahun 1960-an, kita berhasil menyelesaikan berbagai mega proyek, antara lain Stadion Utama Senayan dan Hotel Indonesia, yang keduanya menjadi landmark bangsa Indonesia pada zaman itu.

 

Pada tahun 1970-an, kita juga berhasil membangun prasarana komunikasi dengan pemanfaatan Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD) Palapa, yang mampu menjembatani jalur komunikasi hingga ke seluruh pelosok tanah air. Keberadaan jalur telekomunikasi satelit itu, makin memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

 

Pada tahun 1980-an dan 1990-an, kita berhasil menguasai teknologi kedirgantaraan. Bangsa kita mampu membuat pesawat terbang, yang menandai era kebangkitan teknologi di tanah air kita.

 

Dan baru-baru ini, pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-101, pada tanggal 20 Mei 2009 lalu, kita berhasil meluncurkan teknologi televisi digital, sebagai sebuah terobosan penguasaan teknologi informasi canggih, oleh bangsa Indonesia.

 

Selanjutnya saudara-saudara, pada hari ini, dengan penuh rasa syukur ke hadirat Allah SWT, alhamdullillah, kita kembali mengukir sejarah baru dengan mempersembahkan maha karya teknologi konstruksi, yang insya Allah, akan menjadi ikon kemajuan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang maju di abad ke-21.

 

Kita patut berbangga, karena jembatan ini berhasil diselesaikan dengan kerja keras dan kerja cerdas dari putra putri bangsa Indonesia. Jembatan Suramadu dirancang, dibangun dan dikerjakan oleh putra-putri terbaik kita, sebagai salah satu maha karya bangsa kita sendiri. Penyelesaian jembatan ini, menunjukkan kemampuan putra-putri terbaik bangsa, di bidang rekayasa teknik sipil, khususnya untuk rancang bangun jembatan.

 

Ke depan, insya Allah, dengan kemampuan penguasaan teknologi yang makin meningkat, putra-putri terbaik bangsa kita akan sanggup mempersembahkan berbagai maha karya lainnya, yang akan memberikan kontribusi besar dalam percepatan pembangunan, untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju di abad 21.

 

Hadirin yang saya hormati,

Pemerintah telah memberikan perhatian besar pada pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur akan memacu dan mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan mobilitas industri dan perdagangan; serta memperluas kesempatan kerja.

 

Pelaksanaan pembangunan infrastruktur kita lakukan dengan menetapkan dua jalur kebijakan, atau double track policy. Jalur pertama, pemerintah menetapkan anggaran pembangunan infrastruktur yang dibiayai dengan APBN. Untuk tahun 2009 ini, pemerintah telah menetapkan anggaran pembangunan infrastruktur dari APBN sebesar Rp 75,64 triliun. Jumlah itu, setelah ditambah dana stimulus yang dialokasikan pada sektor infrastruktur, menjadi sebesar Rp 86,71 triliun.

 

Anggaran sebesar itu ditujukan antara lain untuk; peningkatan sarana dan prasarana berbagai moda transportasi; rehabilitasi dan pemeliharaan jalan dan jembatan; serta pembangunan berbagai infrastruktur perumahan, irigasi, energi; dan rehabilitasi fasilitas infrastruktur di daerah-daerah yang tertimpa musibah bencana alam.

 

Jalur yang kedua, pemerintah mengundang pihak swasta untuk bermitra dalam pembangunan infrastruktur. Untuk pembangunan infrastruktur yang memiliki nilai komersial dan diselenggarakan melalui kemitraan dengan pihak swasta, Pemerintah akan terus memberikan berbagai kemudahan. Melalui berbagai kebijakan dan kemudahan itu, diharapkan pihak swasta dan dunia usaha akan makin bergairah, dalam membangun infrastruktur di tanah air kita. Semuanya itu kita tujukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat kita.

 

Saudara-saudara,

Selesainya pembangunan jembatan Suramadu yang kita resmikan hari ini, menandai berakhirnya sebagian dari pembangunan infrastruktur di tahun 2009. Ke depan pembangunan infrastruktur akan terus dilakukan di seluruh tanah air, utamanya pembangunan beberapa ruas jalan di kawasan perbatasan, jalan lintas strategis dan pulau-pulau terpencil dan terluar; pembangunan jalan akses dan jalan baru; serta pembangunan jembatan, jalan kereta api, dan pengembangan pelabuhan laut, untuk penyebe-rangan antar pulau dan pelabuhan perikanan di beberapa daerah.

 

Hadirin yang saya hormati,

Tadi saudara Menteri Pekerjaan Umum, telah memaparkan dengan rinci riwayat, dinamika dan rangkaian proses konstruksi pembangunan jembatan Suramadu. Satu hal yang kita catat, tekad anak bangsa untuk membangun jembatan yang besar ini sungguh luar biasa. Meskipun kita didera krisis demi krisis, namun semangat kita tidak pernah pudar, dan akhirnya, dengan ridho Allah SWT, dan dengan kerja keras semua pihak disertai dukungan rakyat, karya besar ini dapat dipersembahkan kepada Ibu Pertiwi.

 

Selesainya pembangunan jembatan ini, harus kita tindak lanjuti dengan mempercepat pembangunan di wilayah sekitarnya. Sebagai jembatan yang menghubungkan dua pulau—Pulau Jawa dan Pulau Madura— infrastruktur ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi, utamanya di Pulau Madura.

 

Dalam kaitan itu, saya telah membentuk Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura, sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2008. Keberadaan Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura kita tujukan untuk mengoptimalisasikan pengembangan wilayah Surabaya dan sekitarnya dan Madura, sebagai pusat pengembangan perekono-mian Jawa Timur. Pengembangan perekonomian di wilayah ini harus berangkat dari konsep rencana yang bersifat strategis, dan implementasinya harus dilaksanakan secara terkoordinasi, terarah dan terpadu. Libatkan semua pihak, termasuk tokoh-tokoh masyarakat, agar percepatan pengembangan wilayah di Surabaya dan Madura dapat berjalan baik.

 

Hadirin yang saya hormati,

Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya instruksikan kepada saudara Menteri Pekerjaan Umum, dan para pemimpin Pemerintah Daerah terkait, untuk melanjutkan penyelesaian seluruh proyek-proyek pekerjaan umum, utamanya pembangunan infra-struktur di seluruh tanah air. Secara maksimal, tuntaskan seluruh agenda Pekerjaan Umum yang menjadi sasaran Kabinet Indonesia Bersatu.

 

Kepada PT Jasa Marga selaku pengelola jembatan tol Suramadu, saya berpesan agar saudara dapat memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jembatan ini. Berikanlah pelayanan yang cepat, mudah, murah dan aman, kepada mereka semua.

 

Kepada Saudara Gubernur Jawa Timur, saya berharap dapat memanfaatkan penggunaan jembatan ini, bagi peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat banyak. Dayagunakan kelancaran jalur transportasi yang difasilitasi oleh keberadaan jembatan ini, untuk memacu percepatan pengembangan wilayah dan kegiatan perekonomian lainnya. Kembangkan potensi pemanfaatan jembatan Suramadu seluas luasnya, termasuk sektor pariwisata dan sektor jasa.

 

Khusus mengenai pengelolaan kapal penyeberangan, saya minta saudara Gubernur memberikan perhatian kepada saudara-saudara kita yang semula menjalankan roda perekonomian melalui jasa lalu lintas kapal penyeberangan. Saya sungguh berharap, dengan selesainya pembangunan jembatan ini, yang membawa berkah bagi masyarakat pada umumnya, dapat dicarikan jalan keluar bagi menurunnya pendapatan bagi mereka, yang semula bekerja dan mengais rezeki dari beroperasinya kapal-kapal penyeberangan.

 

Kepada masyarakat Surabaya dan Madura, sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas dukungan yang telah diberikan terhadap pembangunan jembatan Suramadu. Saya mengajak saudara-saudara, untuk memanfaatkan jembatan ini sesuai fungsinya dengan baik. Jadikan jembatan ini sebagai wahana, baik untuk meningkatkan kegiatan ekonomi maupun sebagai prasarana untuk bepergian secara lebih cepat, lebih mudah, dan lebih murah. Saya juga berpesan kepada saudara untuk ikut menjaga dan merawat jembatan ini, yang menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Timur dan bahkan kebanggaan bangsa Indonesia.

 

Akhirnya, dengan terlebih dahulu memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, dan seraya mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, Jembatan Surabaya-Madura, dengan ini saya nyatakan dengan resmi dimulai penggunaannya.

 

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rakhmat dan karunia-Nya kepada kita sekalian dalam menyongsong hari esok yang lebih cerah.

 

Terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

 

Surabaya, 10 Juni 2009

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

 

 

DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: