design_maskot.jpg

Sumber : http://www.kpujatim.go.id

Berikut ini adalah tahapan, program, dan jadwal penyelenggaraan Pemilihan Umum Kepala Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2013

Berikut ini adalah tahapan, program, dan jadwal penyelenggaraan Pemilihan Umum Kepala Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2013

Sumber : http://www.kpujatim.go.id

Daftar Nama Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur 2014-2019

Gambar

Profil Lengkap Cagub-Cawagub Jawa Timur pada Pemilukada 2013

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tahun 2013 sudah di depan mata, jangan lupa bahwa tanggal 29 Agustus ini kita nyoblos. Coblosan ini tentu akan sedikit banyak berpengaruh untuk pembangunan jawa timur 5 tahun ke depan. Kami mencoba merangkum terkait calon pemimpin Provinsi Jawa Timur dari berbagai sumber. Agar kita tidak seperti memilih kucing dalam karung maka silakan dicermati bagi yang ingin mengetahui profil masing-masing calon pasangan.
 

Bagi yang punya hak pilih dan tidak ada halangan maka silahkan ke bilik suara terdekat hari Kamis, 29 Agustus 2013 tersebut. Jer basuki mawa beya…. Ayo nyobloss. Dan perlu diperhatikan bersama meskipun beda pilihan dan kepentingan, paseduluran dan keguyuban Jawa Timur adalah yang utama.

Berikut ini profil pasangan cagub dan cawagub Jatim periode 2013-2018 sesuai dengan nomor urut:

Nomor urut 1

Soekarwo-Saifullah Yusuf

 
Nama Lengkap:
DR. H. Soekarwo M.HumPanggilan:
Pakde KarwoTempat Lahir
Madiun, Jawa TimurTanggal Lahir:
Jumat, 16 Juni 1950Agama:
IslamZodiac:
GeminiKewarganegaraan:
WNI
Istri:
Dra. Hj. Nina Kirana M.SiAnak
– Ferdian Timur Satya
– Karina Ayu Paramita
– Kartika Ayu PrawitasariPendidikan:
—   SR Negeri Palur Madiun (1962)
—   SMP Negeri 2 Ponorogo (1965)
—   SMAK Sosial Madiun (1969)
—   Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya (1979)
—   Pascasarjana Jurusan Hukum di Universitas Surabaya (1996)
—   Doktor Jurusan Hukum di Universitas Diponegoro Semarang (2004)Pengalaman Organisasi:
—   GMNI Koordinator Universitas Airlangga Surabaya (1976)
—   Ketua DP KORPRI Jawa Timur (2005)
—   Ketua Umum IPSI Jawa Timur (2006)
—   Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) 2010-2014Karir:
—   Kepala Cabang Dinas Pendapatan Surabaya Selatan (1983–1994)
—   Kepala Subdinas Perbankan, Dinas Pendapatan Surabaya (1994–1997)
—   Kepala Dinas Pendapatan Daerah Tingkat I Jatim Pusat (1997)
—   Kepala Dinas Pendapatan Daerah Jatim (2001-2003)
—   Sekretaris Daerah Provinsi Jatim (2003–2008)
—   Komisaris Utama Bank Jatim (2005–2009)
—   Gubernur Jawa Timur (2009 – sekarang)
Nama Lengkap:
Drs. H. Saifullah YusufPanggilan:
Gus IpulTempat Lahir:
Pasuruan, Jawa TimurTanggal Lahir:
Jumat, 28 Agustus 1964Agama:
IslamZodiac:
VirgoKewarganegaraan:
WNIIstri:
Hj. Ummu FatmaAnak:
– Selma Halida
– M Falihuddin Daffa
– M Raihan Hibatullah
– M Farrelino RamadhanPendidikan :
—   Madrasah Ibtidaiyah Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang (1979)
—   Sekolah Menengah Pertama Islam Pasuruan (1981)
—   Sekolah Menengan Persiapan Pembangunan Negeri Pasuruan (1985)
—   Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional Jakarta (2003)Pengalaman Organisasi:
—   Ketua Senat Fisip Unas Jakarta (1988-1990)
—   Ketua HMI Cabang Jakarta (1990-1992)
—   Salah Satu Ketua Pimpinan Pusat IPNU (1990–1995)
—   Ketua Umum Pengurus Pusat GP Ansor (2000-2005)
—   Sekretaris Jendral Partai Kebangkitan Bangsa (2002-2004)
—   Ketua Umum Pengurus Pusat GP Ansor (2005-2010)
—   Salah Satu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2010-2015Karir:
—   Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (2004–2007)
—   Komisaris PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (2007-2009)
—   Wakil Gubernur Jawa

Nomor urut 2

Eggi Sudjana-Muhammad Sihat

Dr. Eggi Sudjana, S.H., M.Si.Tokoh yang akrab dipanggil Bang Eggi ini lahir di Jakarta pada tgl 3 Desember 1959. Aktifis yang mempunyai motto HIDUP MULIA atau MATI SYAHID ini adalah aktifis pelopor pencabutan pasal 134 & 136 KUHP tentang penghinaan Presiden RI, yang saat ini telah dicabut oleh Mahkamah Konstitusi dengan dikeluarkannya Surat Keputusan No. 013-022/PUU-IV/2006.Kehidupan Bang Eggi tidak jauh dari aksi unjuk rasa dan aktivitas politik.Berikut rekam jejaknya :- 1994 : Memimpin 10 ribu massa ummat Islam menduduki Istana Presiden menuntut pembubaran SDSB. Menjelang Sidang Istimewa MPR th 1999, ia memimpin long march Forum Bersama Ormas Islam menuju gedung DPR-MPR.
– 1998 : Mendirikan PPMI (Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia) dan menjadi presiden pertamanya untuk masa 1998-2004.
– 2001 : Mendirikan TPM (Tim Pembela Muslim).
– 2002-2004 : Menjadi Tim Ahli Menakertrans RI
– 2002-2007 : Anggota Majelis Pakar DPP PPP.
– 2006-2011 : Ketua Majelis Syuro PPMI (Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia)
– 2006-2011 : Ketua penasehat SPDSI (Serikat Pedagang Seluruh Indonesia)
– 2008-2013 : Panglima LEPAS (Laskar Empati Pembela Bangsa)
– 2008-2013 : Wakil Presiden KAI (Kongres Advokat Indonesia)Di sela-sela kesibukannya yang begitu padat ia sempat menulis beberapa karya ilmiah, diantaranya :
1. Peningkatan Kwalitas Pelaksanaan HAM dan Demokrasi Pancasila
2. Transformasi Gerakan Politik Mahasiswa Indonesia
3. Buruh Menggugat Perspektif Islam
4. Islam Fungsional
5. Politik kekerasan dan Terorisme Negara.Pendidikan:-Lulusan SDN Johar Baru Jakarta tahun 1972.
-Lulusan SMPN 76 Jakarta tahun 1975.
-Lulusan SMAN 30 Jakarta tahun 1979.
-Lulusan Jurusan Hukum, pada Fakulas Hukum Universitas Jayabaya University Jakarta 1985.
-Registrasi sebagai mahasiswa untuk tingkat Pasca Sarjana di Program Sosiologi TU Berlin, Jerman pada tahun 1990.
-Lulusan S-2 pada Program Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Universitas Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1994.
-Lulusan S-3 pada Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Program, Universitas Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2004.
Nama Muhammad Sihat memang tidak banyak dikenal masyarakat luas. Maklum, pria kelahiran Sumenep, Madura, ini hanya pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) Pemkot Surabaya. Karier terakhirnya adalah Camat Benowo, setelah sebelumnya menjabat Camat Sukomanunggal.Sihat menekuni profesinya sebagai abdi negara sejak 1968. Akhir-akhir ini nama alumni Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) 1982 itu kerap disebut-sebut orang karena maju sebagai calon wakil gubernur (cawagub) Jatim. Di Pilgub Jatim berpasangan dengan Eggi Sudjana dari jalur independen. Proses “perkawinan” Eggi-Sihat berliku-liku.Memang sudah lama Sihat mengidolakan sosok Eggi yang juga berprofesi sebagai pengacara. Di mata Sihat, Eggi merupakan pengacara yang konsen memperjuangkan hakhak rakyat kecil. Terutama rakyat yang berjuang mendapatkan legalitas atas tanah miliknya. Kondisi ini dinilai sama dengan semangat Sihat. Ketika menjadi camat, Sihat antikompromi dengan pengusaha yang berurusan dengan wong cilikpemilik tanah yang diincar untuk kepentingan bisnis. Meski punya kesamaan latar belakang memperjuangkan hak-hak rakyat, Sihat tidak langsung bisa ‘berjodoh politik’ deng

Nomor urut 3

Bambang DH-Said Abdullah

Bambang Dwi Hartono atau sering disingkat Bambang D.H. (lahir di Desa Tegalombo, Pacitan, 24 Juli 1961; umur 51 tahun) adalah Wakil Walikota Surabaya dari28 September 2010 hingga mengundurkan diri pada 6 Mei 2013. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Walikota sejak tahun 2002-2005 dan 2005-2010 (2 periode).Ia resmi mengajukan surat pengunduran diri sebagai wakil wali kota kepada DPRD Kota Surabaya pada 6 Mei 2013 karena maju sebagai calon gubernur Jawa Timur dari PDI Perjuangan berpasangan dengan Said Abdullah.Bambang D.H. dikenal sebagai Walikota yang visioner.Dia banyak menggarap isu populis, mulai menata drainase kota secara besar-besaran untuk antisipasi banjir, menata taman taman kota, memperbaiki sekolah, rumah sakit, dan terminal, hingga menggratiskan biaya sekolah dasar dan menengah.- Wakil Walikota Surabaya masa jabatan 2000-2002, mendampingi Walikota Sunarto Sumoprawiro.
– Walikota Surabaya ke-22, masa jabatan 2002-2010.
– Wakil Walikota Surabaya masa jabatan 2010-2013, mendampingi Walikota Tri Rismaharini yang sebelumnya dikenal sebagai kader Bambang.
– Meninisiasi rencana pengembangan Kota Surabaya yang lebih humanis dengan jalur pedestrian yang lebar, membuka gorong-gorong peninggalan Belanda dan mencabut ijin belasan SPBU yang ada di jalur hijau.
– Mengangkat Kepala Dinas di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya yang berusia muda.
– Mempelopori pengembangan Kawasan Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya) sebagai kawasan konservasi dalam kota terbesar di Indonesia.
Nama MH Said Abdullah sudah tak asing lagi dalam dunia perpolitikan tanah air. Pria Madura yang nasionalis dan pengagum Bung Karno ini adalah wakil rakyat dari daerah pemilihan XI Madura, Jawa Timur.Kini Said tercatat sebagai salah seorang anggota Komisi VIII DPR RI. Pria kelahiran Sumenep, Madura 22 Oktober 1962 buah hati pasangan Abdullah Syekhan Baqraf dan Ibu (Alm) Fatimah Gauzan punya cerita panjang dalam hidupnya.Said menghabiskan masa kecil hingga remajanya di Sumenep. Pendidikan tingkat dasar diselesaikan di Sumenep. Kemudian dia melanjutkan SMP juga di Sumenep. Sekolah lanjutan atas pun diselesaikan di kota paling Barat pulau Madura ini.Minat Said dalam dunia politik terlihat sejak remaja. Dia aktif berorganisasi sejak SMA. Dia pernah menjadi Sekretaris OSIS SMA (1981). Berkat ketekunan dan kegigihannya, dia pernah menjadi ketua DPC Banteng Muda Indonesia , Kabupaten Sumenep (1982-1985).Minat Said berorganisasi terbawa terus hingga tamat SMA. Pada tahun 1984, Said terpilih menjadi Ketua DPC Majelis Muslimin Indonesia Kabupaten Sumenep. Sejak itu karir politiknya terus melejit. Sebagai politisi yang nasionalis, ia memilih Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).Said terpilih menjadi juru kampanye nasional PDI pada 1987. Tanpa pernah lelah ia mengarungi lautan perpolitikan yang penuh tantangan. Karir politiknya dari waktu ke waktu semakin bersinar. Pada tahun 2004, Said terpilih sebagai anggota DPR RI. Kala itu, ia dianggap oleh pengurus DPP PDI P punya prestasi gemilang, karena berhasil merebut kursi di Sumenep.Di kalangan teman-temannya, politisi Madura ini dikenal pandai bergaul. Pergaulannya lintas batas karena dia berteman dengan siapa saja tanpa memandang perbedaan etnis, kultur, agama dan aliran politik. Dia seorang sosok pendobrak (prime mover) yang bisa menerobos tembok-tembok primordial. Itulah sebabnya dia dijuluki sosok lintas batas oleh wartawan, dan Sekjen PDIP menyebutnya mutiara dari Timur.

Said mengaku sangat mengagumi Soekarno. Bahkan, ia memiliki foto khusus mantan Presiden Republik Indonesia ini dalam ukuran besar. Tidak hanya itu, Said memiliki koleksi buku-buku Bung Karno. Selain mengoleksi, dia juga rajin membolak-balik halaman demi halaman dari koleksinya itu.

Saya melihat Soekarno itu punya ajaran spesifik dan hebat, yaitu nasionalis yang relegius,pujinya. Tidak heran dia menyebut dirinya sebagai anak ideologis Bapak Proklamator itu. Bahkan saking kagumnya pada Bung Karno, tanda tangan politisi asal Madura ini bertuliskan Soekarno.

Nomor urut 4

Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja

Dra. Khofifah Indar Parawansa(lahir di Surabaya, Jawa Timur, 19 Mei 1965; umur 48 tahun) adalah Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada Kabinet Persatuan Nasional. Ia meraih gelar sarjana pada tahun 1990 dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Surabaya.Pendidikan :
  • SD Taquma (1972-1978)
  • SMP Khodijah – Surabaya (1978-1981)
  • SMA Khodijah – Surabaya (1981-1984)
  • Strata I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Surabaya (1984-1991)
  • Strata I Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah, Surabaya (1984-1989)
  • Strata II Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Jakarta (1993-1997)

Karier :

  • Pimpinan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPR RI (1992-1997)
  • Pimpinan Komisi VIII DPR RI (1995-1997)
  • Anggota Komisi II DPR RI (1997-1998)
  • Wakil Ketua DPR RI (1999)
  • Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa MPR RI (1999)
  • Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (1999-2001)
  • Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (1999-2001)
  • Ketua Komisi VII DPR RI (2004-2006)
  • Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa MPR RI (2004- 2006)
  • Anggota Komisi VII DPR RI (2006)

Nama Khofifah mulai populer di panggung nasional setelah membacakan pidato sikap Fraksi Persatuan Pembangunan (F-PP) dalam SU MPR 1998. Pidato Khofifah itu sangat monumental karena merupakan pidato kritis pertama terhadap Orde Baru di ajang resmi selevel Sidang Umum MPR.
Khofifah berbicara kritis. Dia mengkritik Pemilu 1997 yang penuh kecurangan. Perempuan cerdas itu melontarkan ide-ide demokratisasi. Dia juga berbicara lantang seperti para mahasiswa yang marak demonstrasi di jalan. Mungkin Khofifah masih terbawa oleh suasana sebagai mahasiswa. Maklum, saat itu umurnya masih muda, 33 tahun. Pidato Khofifah memang sangat monumental. Para anggota MPR yang didominasi Fraksi Karya Pembangunan (Golkar), Fraksi ABRI, dan Fraksi Utusan Golongan terperanjat dengan pidato yang menohok jantung Orde Baru itu.

Yang paling terkejut adalah Fraksi ABRI. Maklum, yang dibacakan Khofifah sangat berbeda dengan naskah yang diterima oleh Cilangkap (Mabes ABRI) dari FPP. Di era Orba semua pidato di depan institusi resmi atau di depan publik terlebih dahulu diserahkan ke Cilangkap . Mengapa naskah pidato yang dibacakan Khofifah berbeda dengan yang diserahkan ke Cilangkap? Ternyata ada ceritanya. Setelah ditunjuk menjadi juru bicara FPP, perempuan kelahiran Surabaya itu menerima naskah pidato resmi. Salinan pidato itu juga diserahkan ke Cilangkap.

Khofifah mempunyai kebiasaan selalu membaca berulang-ulang sebelum tampil di muka umum. Bahkan, di rumahnya pun dia membuat simulasi. Isi pidatonya memang memuji-muji pemerintah Soeharto. “Bahkan, pembantu saya berkomentar, kok hanya memuji,” cerita Khofifah.
Sebelum dibacakan di depan MPR, naskah itu juga dibaca secara resmi dalam forum internal anggota FPP. Di depan koleganya itu, suara Khofifah tak keluar. Sejumlah anggota FPP langsung mengusulkan agar Khofifah diganti. Namun, beberapa tokoh senior FPP saat itu, seperti Yusuf Syakir dan Hamzah Haz, tetap mempertahankan Khofifah. Lantas, Khofifah diajak bertemu dengan Ismael Hasan Metareum (ketua umum PPP) waktu itu.

PAK HERMAN, JENDERAL POLISI YANG LURUSInspektur Jenderal Polisi Herman Surjadi Sumawiredja. Warga Jawa Timur tentu masih ingat nama dan sosok yang satu ini. Dia adalah “bintang” dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2008. Bukan karena dia menjadi salah satu calon gubernur atau wakil gubernur, tapi karena keberaniannya membongkar manipulasi Daftar Pemilihan Tetap (DPT) dan praktik kecurangan lain yang terjadi dalam “pesta demokrasi” yang mengantarkan Soekarwo dan Saifullah Yusuf (KarSa) menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur.Herman yang saat itu menjabat Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur menetapkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, Wahyudi Purnomo, sebagai tersangka kasus DPT Fiktif Pilgub Jatim. Polda Jatim saat itu menemukan 345 ribu dari 1,24 juta pemilih yang terdaftar dalam DPT di Bangkalan dan Sampang tidak benar. Artinya, hampir seperempat pemilih dalam putaran ketiga Pilgub Jatim di kedua kabupaten di Madura itu akal-akalan.Kecurangan dalam Pilgub Jatim 2008 tidak sekadar diketahui Herman dari laporan tim sukses pasangan Khofifah-Moedjiono (KaJi) atau Panwaslu, tapi juga dari tim kepolisian yang diterjunkan untuk mencari bukti hingga ke level masyarakat bawah. Herman sendiri turun langsung ke lapangan, bahkan menangkap langsung pemilih di bawah umur yang dimobilisasi untuk memilih pasangan cagub-cawagub tertentu.Banyak pihak yang angkat jempol mengapresiasi langkah Herman dan jajaran Polda Jatim  membongkar kecurangan dalam Pilgub Jatim itu. Tapi, anehnya, Herman justru dicopot dari jabatannya sebagai Kapolda Jatim, padahal empat bulan lagi dia akan pensiun.

Herman diganti Brigjen Pol Anton Bachrul Alam. Tak ada acara pisah sambut bagi mantan Kapolda Jawa Timur itu seperti umumnya  jenderal yang hendak pensiun. Yang terjadi malah sebaliknya, Herman hampir saja diseret Provost dari Mabes Polri karena dianggap telah mencemarkan nama institusi kepolisian.

Herman dianggap membangkang karena tidak mau meralat status Ketua KPU Jatim Wahyudi Purnomo dari status tersangka menjadi saksi. Herman yang memiliki segudang prestasi selama berkarir di kepolisian “keukeuh”, memegang kuat keyakinan bahwa polisi harus membela kebenaran dan keadilan. Tapi, dia justru dianggap bersalah. Herman akhirnya memilih mengundurkan diri dari kepolisian.
Selama bertugas, reputasi Herman nyaris tanpa cacat. Kariernya di jabatan strategis dimulai tahun 1999 saat dia menjabat Kapolda Bengkulu. Setahun kemudian Herman ditunjuk sebagai Wakil Panglima Pengendali Aceh, 2000-2001.
Usai bertugas di Aceh kariernya terus bersinar. Dia kemudian dipercaya menjadi Direktur Samapta Mabes Polri. Setelah itu menjabat Kapolda Sumatera Selatan. Dan terakhir menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur sampai akhir Januari 2009.

Selama menjabat Kapolda Jatim, Herman diketahui banyak melakukan terobosan. Misalnya menerbitkan maklumat yang mengatur masalah pelayanan publik. Produk-produk Polda Jatim pun mendapat acungan jempol dari masyarakat dan akan diadopsi untuk program nasional. Sebut contoh SIM keliling, SIM Corner, layanan drive thru, membabat calo di Samsat, Responsible Riding, dan sejumlah terobosan layanan publik lain. Maklumat juga dikeluarkan untuk perang melawan pembajakan dan menegakkan UU hak cipta (HaKI) serta illegal logging.
Bukan hanya itu. Dalam merekrut calon bintara Polri regular dan Akpol, Herman juga melakukan terobosan dengan melibatkan LSM dan akademisi. Cara ini sengaja dilakukan untuk menghindari praktik percaloan penerimaan calon anggota Polri. Herman juga tidak berpangku tangan terkait bencana Lumpur Lapindo.

Ia saat itu turut mendesak agar minta pembayaran sisa ganti rugi korban lumpur Lapindo Brantas segera diselesaikan. Setelah cukup lama pensiun dan tak pernah muncul di media massa, kini ia kembali mengejutkan masyarakat Jatim dengan tampil sebagai calon wakil Gubernur mendampingi Khofifah Indar Parawansa.

Sumber: http://mediacenter.malangkota.go.id/2013/08/profil-lengkap-cagub-cawagub-jawa-timur-pada-pemilukada-2013/#ixzz2d8abS7Pu

Nama Calon Gubernur DKI Jakarta Periode 2012-2017

Pasangan Calon Nomor Urut 1 :

Fauzi Bowo

Dr. Ing. H. Fauzi Bowo lahir di Jakarta, 10 April 1948, umur 64 tahun. Ia adalah Gubernur DKI Jakarta Periode 2007 – 2012. Setelah lulus SMA, Fauzi pernah kuliah di Fakultas Teknik Universitas Indonesia 1966/1967.  Kemudian pada usia 19 tahun, Fauzi kuliah di Technische Universitat Braunschweig, Jerman. Saat lulus sarjana muda, Fauzi belajar ilmu politik di Berlin, lalu belajar sosiologi di Zurich. Setelah itu ia kembali melanjutkan kuliah arsitekturnya dan mendapat gelar master untuk Teknik Arsitektur Perencanaan Kota dan Wilayah dari Universitat Braunschweig tahun 1976. Setelah mendapat gelar Master tersebut Fauzi Bowo kembali ke Indonesia, dan mulai berkarier di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 1978.

Slogan Jakarta untuk Semua ternyata mampu menarik simpatik masyarakat ibu kota. “Untuk membangun Jakarta, serahkan kepada ahlinya dan kepada yang sudah berpengalaman. Jika tidak, kehancuran tinggal menunggu waktu.” Kalimat tersebut diucapkan berulang-ulang oleh Fauzi saat kampanye dan terbukti mampu mendulang suara sekaligus memenangkan pilkada 8 Agustus 2007 lalu. Alhasil, Fauzi Bowo yang berpasangan dengan Prijanto terpilih sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012.

Begitu ditetapkan sebagai pemenang pilkada, pria yang memiliki kegemaran mengoleksi motor gede ini berjanji akan membawa Jakarta ke arah yang lebih baik. Bahkan ia berjanji tidak akan melakukan diskriminasi dalam pelayanan publik kepada seluruh warga ibu kota. Semua warga ibu kota berhak atas semua pelayanan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Oleh karena itu, apabila terjadi perlakukan istimewa kepada salah satu golongan saja, maka sistem pemerintahan ke depan tidak akan berjalan dengan baik.

Fauzi Bowo juga berjanji akan merampingkan struktur Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta selama lima tahun ke depan. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan sistem pemerintah daerah yang mandiri dan profesional. Hal tersebut tidak lain adalah amanat yang terkandung dalam PP 41/2007 tentang Susunan Organisasi Perangkat Daerah disarankan untuk melakukan perampingan struktur di pemerintah daerah.

Nachrowi Ramli

Mayor Jenderal (Purnawirawan) Haji Nachrowi Ramli atau akrab kita panggil “Bang Nara” lahir dan besar di Jakarta, tepatnya di Gang Masjid Jalan Kramat Sentiong, pada 12 Juli 1951, umur 61 tahun.

Nachrowi Ramli adalah Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat DKI Jakarta. Ia menghabiskan sebagian besar hidupnya di dunia militer dan intelijen, khususnya bidang telik sandi.

Pria yang akrab dipanggil Nara ini adalah satu dari sedikit putra Betawi yang berhasil menjadi Jenderal TNI AD dan perwira teknik elektro. Di Akademi Militer (Akmil)[1], Nara teman satu angkatan dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan lulus tahun 1973. Setelah itu, Nara berkarier di dunia intelijen sejak tahun 1974 hingga menjadi Kepala Lembaga Sandi Negara Republik Indonesia tahun 2002 – 2008.

Putra Betawi ini lahir dan besar di kawasan Kramat Sentiong, Jakarta Pusat. Komitmen Nara terhadap perkembangan masyarakat dan budaya Betawi ditunjukkan dengan kegemarannya mendalami silat Betawi serta kiprahnya sebagai Ketua Umum Badan Musyawarah Masyarakat Betawi (Bamus Betawi) dan Ketua Dewan Penasehat Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi).

Selesai mengabdi di militer dan Lembaga Sandi Negara, Nara kemudian berkiprah di dunia politik sebagai Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta. Terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah pada bulan November 2010. Nara berhasil melakukan konsolidasi dan menegakkan disiplin bagi para kader partai. Partai Demokrat adalah partai pemenang Pemilihan Umum 2009. Di DKI Jakarta, Partai Demokrat mendapatkan 32 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

 

Pasangan Calon Nomor Urut 2 :

Hendarji Soepandji

Mayjen TNI (Purn.) Drs.Hendardji Soepandji, S.H. lahir di Semarang pada 10 Februari 1952, umur 60 tahun. Ia dikenal sebagai tentara yang lurus dan jujur. Pengabdian yang berdedikasi telah dibuktikan lulusan AKABRI 1974 ini, hingga dipercaya menjadi Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) di tahun 2006 juga Asisten Pengamanan Kepala Staf Angkatan Darat pada 2008.

Hendardji yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama PPKK (Pusat Pengelola Komplek Kemayoran) selama lebih dari setahun, membuat konsep akan menjadikan Kemayoran sebagai kawasan Green International Business District (GIBD) seluas 454 Ha, dengan RTH 40% dan akan membangun gedung Grand Kemayoran yang mampu menampung 25.000 penonton untuk berbagai event, baik olahraga, kesenian & budaya, maupun acara-acara lainnya. Kemayoran juga akan dikembangkan sebagai Cyber City. Semasa kepemimpinannya, PPKK mengalami kenaikan pemasukan 676% yaitu dari Rp 128 milyar menjadi Rp 1 triliun.

Sebagai Ketua Umum PB FORKI (Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia, Hendardji juga dipercaya oleh WKF (World Karate Federation/ Federasi Karate Dunia) untuk menyelenggarakan WKF Premier League tiap tahun, mulai Juni 2012 yang dihadiri 80 Negara dari 186 Negara Anggota WKF di Seluruh Dunia. Event ini juga merupakan event bergengsi karena hanya 10 Negara yang diberi kesempetan untuk menggelar event tersebut, antara lain: Prancis, Itali, Jerman, Turki, Austria, Spanyol, Cina dan Indonesia.

Hendardji Soepandji juga menerima penghargaan Anugerah Olah Raga Indonesia (AORI) 2011 sebagai Pembina Terbaik. Penghargaan itu diterima Hendardji selaku Ketua Umum PB Forki yang telah sukses membawa karateka Indonesia memperoleh 10 emas pada ajang Seagames tahun lalu. Seperti diketahui jumlah medali itu melampaui target yang dipatok KONI Pusat yaitu 5 emas dan dan Pengurus Besar Federasi Karate-do Indonesia (PB Forki) sebanyak 7 emas.

Riza Patria

Ir A Riza Patria, MBA, lahir di Banjarmasin, 17 Desember 1969, umur 43 tahun. Ia sangat aktif di berbagai organisasi. Di KNPI, Ariza pernah tercatat sebagai Ketua DPP KNPI 2002 – 2005 dan periode 1999 – 2002. Ia juga pernah menjabat Ketua DPD KNPI Provinsi DKI Jakarta, 2002 – 2005. Pada Kongres KNPI 2008 di Bali, Ariza bertarung melawan Aziz Syamsudin (Anggota Komisi III DPR RI) dalam memperebutkan posisi Ketua Umum DPP KNPI. Sebelumnya, pada Kongres KNPI di Bekasi 2002, Ariza juga sempat bertarung pada putaran kedua, melawan Idrus Marham yang kini menjabat sebagai Sekjend Golkar.

Selain KNPI, pria yang menamatkan S1 nya di ISTN ini, banyak berkecimpung di organisasi lain. Sampai saat ini, Ariza masih tercatat sebagai Ketua Umum DPN Garda Muda Merah Putih (GMMP), dan Komandan Nasional Menwa Indonesia. Pria supel ini juga pernah tercatat sebagai pengurus DPP GEMA MKGR, Wasekjend KAHMI DKI Jakarta, Wakil Kepala Humas PBSI, Director IRInYI for Young MDGs (International Relationship of Indonesian Youth Institute for Young Millenium Development Goals), Sekjend DPP Persatuan Anak Guru Indonesia (PAGI), Anggota Indonesian Council of World Affair (ICWA), dan berbagai organisasi lainnya. Bakatnya di organisasi memang terlihat sejak sekolah. Mantan anggota KPU DKI Jakarta ini pernah menjadi Ketua OSIS SMA Islam Al-AZHAR Jakarta, tempatnya sekolah dulu.

Di sela kesibukannya sebagai aktifis, putra Ketua MUI, Drs. H. Amidhan ini ternyata juga menggeluti dunia bisnis. Background keilmuannya sebagai insinyur di kembangkannya dalam dunia bisnis. Direktur Utama PT. Gala Ariatama tersebut, saat ini juga tercatat sebagai pengurus KADIN Indonesia dan sempat menjadi pengurus BPD HIPMI Jaya 2001 – 2003.

Pria yang menamatkan studi magister nya di ITB Bandung ini tercatat sebagai Deklarator Ormas Nasional Demokrat DKI Jakarta, dan kini aktif di Partai Gerakan Indonesia Raya, sebagai salah satu Ketua DPP dan anggota Badan Seleksi Organisasi Partai Gerindra.

 

Pasangan Calon Nomor Urut 3 :

Joko Widodo

Ir. Joko Widodo lahir di Surakarta, 21 Juni 1961, umur 51 tahun. Ia lebih dikenal dengan nama julukan JokoWi, Ia adalah walikota Kota Surakarta (Solo) untuk dua kali masa bakti 2005-2015.

Jokowi meraih gelar insinyur dari Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1985. Dalam kepemimpinannya sebagai walikota Solo, banyak gebrakan progresif dilakukan olehnya. Ia banyak mengambil contoh pengembangan kota-kota di Eropa yang sering ia kunjungi dalam rangka perjalanan bisnisnya.

Di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan yang pesat. Branding untuk kota Solo dilakukan dengan menyetujui slogan Kota Solo yaitu “Solo : The Spirit of Java”. Langkah yang dilakukannya cukup progresif untuk ukuran kota-kota di Jawa.

Ia mampu merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka, memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik, melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka dengan masyarakat.

Taman Balekambang, yang terlantar semenjak ditinggalkan oleh pengelolanya, dijadikannya taman. Jokowi juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya.

Sebagai tindak lanjut branding ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008.

Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. FMD pada tahun 2008 diselenggarakan di komplek Istana Mangkunegaran.

Oleh Majalah Tempo, Joko Widodo terpilih menjadi salah satu dari “10 Tokoh 2008”.

Basuki Tjahaja Purnama

Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. lahir di Manggar, Belitung Timur, 29 Juni 1966, umur 45 tahun. Ia adalah anggota komisi II, Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014 dari Partai Golkar.

Sebelumnya, Ia menjabat sebagai Bupati Belitung Timur periode 2005-2010. Ia merupakan etnis Tionghoa pertama yang menjadi Bupati Kabupaten Belitung Timur. Ahok, demikian ia biasa disapa, memang dikenal memiliki keinginan kuat dan kepedulian besar terhadap kesejahteraan rakyat.

Pada tahun 2007, Gerakan Tiga Pilar Kemitraan, yang terdiri dari Masyarakat Transparansi Indonesia, KADIN dan Kementerian Negara Pemberdayaan Aparatur Negara menobatkan Ahok sebagai Tokoh Anti Korupsi dari unsur penyelenggara Negara. Ahok dinilai berhasil menekan semangat korupsi pejabat pemerintah daerah. Ini ditandai dengan penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis bagi masyarakat Belitung Timur. Ahok mengalihkan tunjangan bagi pejabat pemerintah untuk kepentingan rakyat.

Kejujuran dan ketulusannya dalam mengabdikan diri untuk kesejahteraan rakyat dan Republik Indonesia juga menghantarkan Ahok menjadi salah seorang dari 10 tokoh yang mengubah Indonesia oleh Tempo.

 

Pasangan Calon Nomor Urut 4 :

Hidayat Nur Wahid

Dr. Haji Muhammad Hidayat Nur Wahid, M.A. lahir di Klaten, Jawa Tengah, 8 April 1960, umur 52 tahun. Ia adalah Ketua MPR RI untuk periode 2004-2009 dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera dari 21 Mei 2000 hingga 11 Oktober 2004.

Lulusan IAIN Sunan Kalijogo, Yogyakarta dan Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia ini mulai serius beraktivitas di Jakarta sebagai tenaga pengajar di UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Muhammadiyah dan Universitas Islam Asy Syafiiyah. Rekan-rekan Hidayat yang semula membuat LSM, kemudian mendirikan partai. Tunduk pada keputusan musyawarah, Hidayat pun didaulat menjadi deklarator Partai Keadilan (PK).

Berawal di PK inilah Hidayat berkiprah di dunia politik yang terkenal kejam, penuh intrik dan secara salah kaprah dianggap sebagai dunia yang kotor dan menghalalkan segala cara. Namun, politik tidak mengubah prinsip hidup Hidayat yang dipegangnya sejak dari kecil. Hidayat bertekad menjadikan politik sebagai bagian dari solusi permasalahan bangsa. Bukan sebaliknya, menjadikan politik sebagai sumber masalah bagi bangsa.

Kiprah Hidayat di PK dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus menanjak. Bahkan, Hidayat pernah dua kali menjadi “Presiden”. Yakni, Presiden PK dan PKS. Hidayat juga menunjukkan prestasi yang luar biasa. Di bawah kepemimpinannya PKS telah berhasil meraih suara 7,3 persen ada Pemilu 2004.

Hidayat seorang pembelajar yang cepat. Dia belajar dengan maksimal di mana saja saat mendapatkan amanah dan tugas. Termasuk ketika terpilih sebagai Ketua MPR periode 2004-2009. Hidayat mengaku, dahulu dia tak akrab dengan Undang-Undang Dasar. Tetapi kini UUD 1945 dihafalnya luar kepalanya. Ini karena Hidayat selalu berprinsip bagaimanapun amanah yang didapat, akan dia kerjakan dengan maksimal.

Didik Junaidi Rachbini

Prof. Dr. Didik Junaidi Rachbini lahir di Pamekasan, Jawa Timur, 2 September 1960, umur 51 tahun. Ia adalah seorang tokoh Partai Amanat Nasional dan pernah menjabat sebagai anggota DPR RI untuk masa bakti 2004-2009. Ia juga seorang akademisi, pengajar dan ekonom, yang banyak menulis buku, makalah dan artikel di berbagai media massa.

Pendidikan yang pernah ditempuh adalah sarjana di IPB Bogor bidang ekonomi pertanian dan manajemen agribisnis (1983), memperolehn gelar M.Sc. (1988) dan Ph.D. (1991) pada Institute of Graduate Studies, Central Luzon State University, the Philippines, bidang Studi Pembangunan Kawasan dan Pedesaan.

Selain mengajar di Universitas Indonesia, Prof. Rachbini mengajar di program Pasca Sarjana, Universitas Mercu Buana dan Departemen Ilmu Administrasi, FISIP UI (pasca sarjana).  Pengalamannya cukup banyak  dalam memimpin di lembaga pemerintahan maupun non-pemerintahan, seperti Direktur sekaligus pendiri INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) 1995-2000; Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana 1995-1997; Wakil Rektor Universitas Mercu Buana 1997-2004; anggota MPR RI 1998-1999; Tim Ahli MPR RI untuk Amandemen UUD 1945 bidang ekonomi 1999-2004; anggota KPPU 2000-2004; Anggota DPR RI 2004-2009; Wakil Ketua Yayasan Menara Bhakti (Universitas Mercu Buana) 2005-2010;  Ketua Komisi VI DPR RI 2005-2007 bidang Industri, Perdagangan, BUMN dan Penanaman Modal, Wakil Ketua Komisi X DPR RI bidang Pendidikan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga; Ketua Umum Yayasan Paramadina (Universitas) 2005-sekarang; Ketua Majelis Wali Amanat IPB 2007-sekarang; Dewan Penyantun Universitas Pancasila 2008-sekarang; Ketua LP3E (Lembaga Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan Ekonomi) KADIN 2011-sekarang.

 

Pasangan Calon Nomor Urut 5 :

Faisal Basri

Faisal Basri Batubara atau yang lebih dikenal dengan nama Faisal Basri lahir di Bandung, Jawa Barat, 6 November 1959, umur 52 tahun. Ia adalah seorang ekonom dan politikus, sejak mahasiswa Faisal aktif di berbagai organisasi. Masuk FEUI tahun 1978 tatkala kampus sedang bergejolak melawan NKK-BKK.

Gejolak politik membawanya kian larut dalam berbagai gerakan. Ia tercatat sebagai pendiri Majelis Amanat Rakyat (MARA) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Di Partai ini ia menjadi Sekretaris Jenderal yang pertama dan pasca Kongres I di Yogyakarta dipercayakan sebagai salah satu Ketua.

Setelah mundur dari PAN pada awal 2001, ia tetap aktif dalam kehidupan politik. Faisal mendirikan organisasi politik Pergerakan Indonesia (PI) dan menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional sejak Kongres I tahun 2004 sampai 2010. Kini ia dipercaya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Nasional.

Sebagai dosen pada FEUI, ia mengasuh matakuliah Ekonomi Politik sejak matakuliah ini diperkenalkan di FEUI pada akhir 1980-an. Ia juga mengajar matakuliah Perekonomian Indonesia, Analisis Lingkungan Bisnis, dan Sejarah Pemikiran Ekonomi dan Kelembagaan.

Pada tahun 2000, Faisal menjadi anggota Tim Asistensi Ekonomi Presiden RI. Pada April 2006 ia diangkat sebagai Ketua Tim Ek sternal Monitoring Inpres No.3 Tahun 2006 oleh Menteri Koordinator Perekonomian RI.

Sebelumnya, 2000-2006, ia berkiprah sebagai komisioner di Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Sempat juga bergabung dengan Kadin Indonesia dan dipercaya sebagai Ketua LP3E pada tahun 2009.

Ia memulai karirnya sebagai peneliti di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEUI pada tahun 1981 dengan pangkat terendah hingga menjadi Kepala pada kurun waktu 1993-95. Selama bergelut sebagai peneliti inilah Faisal kerap terlibat dalam kajian daerah. Dalam urusan daerah ini pula, Faisal pernah menjadi salah seorang anggota dewan pakar APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia).

Setelah menamatkan program strata I dengan gelar Sarjana Ekonomi dari FEUI (1985), Faisal melanjutkan studi strata-2 dan memperoleh gelar MA (Master of Atrs) dari Vanderbilt University, USA pada tahun 1988.

Biem Benyamin

Biem Benjamin dikenal sebagai tokoh muda asli betawi yang dekat dengan masyarakat kebanyakan. Putra ketiga dari seniman betawi Benyamin S. ini dilahirkan di Jakarta, 13 Maret 1964.

Sebagai wakil rakyat di DPD, Biem berpendapat bahwa pelaksanaan otonomi daerah di DKI Jakarta telah mengebiri hak konstitusional rakyat, dimana otonomi daerah hanya diletakkan di tingka provinsi, sehingga rakyat kehilangan hak pilih dan memilih sebagai Walikota/wakil walikota sebagaimana yang berlaku di provinsi lain.

Tahun 2005, Biem melakukan perjuangan juducial review agar calon perseorangan diberikan kesempatan melaju dalam pemilihan kepala daerah.

 

Pasangan Calon Nomor Urut 6 :

Alex Noerdin

H. Alex Noerdin, S.H. lahir di Palembang, pada tanggal 9 September 1950, umur 62 tahun. Saat ini Ia menjabat sebagai gubernur Sumatra Selatan periode 2008 – 2013. Pria peraih dua gelar sarjana (S1) yakni masing-masing dari Universitas Triksakti (1980) dan Universitas Atmajaya (1981) ini, tergolong sebagai sosok yang sukses dalam mengenyam pendidikan.

Alex Noerdin dikenal masyarakat luas sebagai pemimpin yang memiliki kesuksesan di berbagai bidang kehidupan. Kesuksesan yang diraih meliputi bidang pendidikan, organisasi, dan kepemerintahan. Kesuksesan ini tercermin dari rekam jejak kehidupannya selama ini.

Di bidang organisasi, sejak dulu hingga sekarang, sosok yang kini tengah menjabat Ketua Forum Komunikasi Daerah Penghasil Migas / FKDPM (2006-2009) ini terkenal sebagai figur yang sangat aktif dan sukses dalam memimpin berbagai jenis organisasi. Baik organisasi kepemudaan / kemasyarakatan, organisasi keolahragaan, maupun organisasi politik.

Sementara dalam organisasi politik, sebelum diamanahi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Propinsi Sumatera Selatan (2004-2009), Alex pernah menjadi Juru Kampanye dan Pengajar Karakterdes Golkar Kodya Palembang (1982) dan Wakil Sekretaris DPD Golkar Kodya Palembang (1988).

Bahkan, karena dinilai berhasil menjalankan amanah sebagai Bupati dalam memajukan dan mensejahterahkan masyarakat Musi Banyusin, melalui Pilkada Langsung tahun 2006, Beliau kembali terpilih sebagai Bupati untuk memimpin dan melanjutkan pembangunan di Kabupaten Musi Banyuasin untuk periode tahun 2007-2012. Pada tahun 2008 Ia mengikuti pemilihan gubernur Sumatra Selatan dan meraih kemenangan.

Bukti kongkrit keberhasilan kepemimpinan sebagai Kepala Daerah terlihat dari banyaknya penghargaan dan tanda jasa yang diterima dari pemerintah pusat, lembaga independen, dan masyarakat dalam sektor pemerintahan, organisasi, sosial dan budaya.

Nono Sampono

Letnan Jenderal (Marinir) Nono Sampono, S.Pi, M.Si lahir di Bangkalan, Madura 1 Maret 1953, umur 59 tahun. Mantan Danpaspampres di era Presiden Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri ini menyadari bahwa dalam menjalani kehidupan sehari-hari tidak semulus jalan tol. Pasti ada kerikil-kerikil cobaan yang datang silih berganti.

Dengan bijak dia menyikapi bahwa cobaan itu datang bukan hanya di kala merasakan kesulitan dan kesusahan semata, tetapi juga di saat bergelimang kesenangan. Dia pun menyadari kalau semua itu merupakan bagian dari skenario yang datang dari sang Khalik.

Selain menjadi jenderal berbintang tiga, Ia pun pernah dipercaya memegang sejumlah jabatan strategis, seperti Komandan Paspampres, Gubernur AAL, Komandan Jenderal Akademi TNI, dan Kepala Badan SAR Nasional.

Istilah dalam akuntansi

Berikut beberapa istilah akuntansi dari Blog Informasi dari seseorang untuk orang lain !!!

  • Aktiva(asset)
  • Aktiva lancar (Current Assets)
  • Kas (cash)
  • Effeck / surat-surat berharga (Marketeble Securities)
  • Piutang dagang (account Receivable)
  • Piutang Wesel (Notes Receivable)
  • Persediaan barang dagangan­(Merchandise inventory)
  • Pendapatan yg masih harus ditagih (Accrued Revenues)
  • Perskot biaya(prepaid expenses):
  • Sewa dibayar dimuka(prepaid rent)
  • Iklan dibayar dimuka(prepaid advertising)
  • Asuransi dibayar dimuka (prepaid insurance)
  • Perlengkapan (Supplies)
  • Perlengkapan kantor (office supplies)
  • Perlengkapan Toko (store supplies)
  • Aktiva tetap (Fixes Assets)
  • Investasi jangka panjang
  • Investasi dalam saham PT AA (Invesment in stock PT AA)
  • Investasi dalam obligasi PT BB (Invesment in bonds PT BB)
  • Aktiva tetap berwujud (Tangible fixed assets)
  • Tanah (Land)
  • Gedung (Building)
  • Mesin-mesin (Machinery)
  • Peralatan (Equipment)
  • Truk Pengangkutan (Delivery Truck)
  • Aktiva tetap tidak berwujud (Intangible fixed assets)
  • Goodwill
  • Hak Paten
  • Hak Cipta
  • Merek dagang
  • Hutang (Liablities)
  • Hutang lancar/jangka pendek (Current Liabilities)
  • Hutang dagang (Accounts Payable)
  • Hutang Wesel (Notes Payable)
  • Biaya – biaya yang masih harus dibayar (Accrued Expenses)
  • pendapatan – pendapatan diterima dimuka (Deferred revenue/unearned renue)
  • Hutang jangka panjang (Long term liabilities)
  • Hutang hipotik (Mortgage Payable)
  • Hutang Obligasi (Bonds Payable)
  • KIK (kredit investasi kecil)
  • KMKP (kredi modal kerja permanen )
  • Modal (Capital / Owner’s Equity)
  • Pendapatan (Revenues)
  • Biaya/beban (Expenses)
  • Beban perlengkapan(supplies expense)
  • Beban gaji(salaries expense)
  • beban sewa(Rent expense)
  • beban iklan(advertising expense)
  • beban asuransi(insurance expense))
  • Beban bunga(interest Expense),
  • Kerugian piutang tak bertagih (Bad Debt Expense))
  • Persediaan (inventory)
  • Asuransi dibayar dimuka (prepaid Insurance)
  • Perlengkapan kantor (office supplies)
  • PPN masuk (VAT IN)
  • Tanah (land)
  • Gedung (building)
  • Kendaraan (car)
  • Akumulasi penyusutan gedung (accumulated depr.for.building)
  • Akumulasi penyusutan kendaraan (accumulated depr.for.car)
  • Peralatan (Equipment)
  • Akumulasi penyusutan peralatan (accumulated depr.for.equipment)
  • Hutang pajak (Tax payable)
  • Hutang gaji (wages payable)
  • Hutang usaha (account payable)
  • Beban yang masih harus dibayar (expanse payable)
  • PPN keluar (VAT OUT)
  • Modal saham (capital stock)
  • Retur penjualan (retured earning)
  • Deviden (dividend)
  • Penjualan (sales)
  • Harga pokok penjualan (COGS)
  • Agio saham (additional paid-in capital)
  • Laba ditahan yang diappropisasi (appropriated retained earning)
  • Efek tersedia untuk dijual (avaiable-for sale securities)
  • Dewan direksi (board of directors)
  • Penggabungan Usaha (business combination)
  • Dapat ditarik (callable)
  • Deviden tunai (cash dividen)
  • Dapat dikonversi (convertible)
  • Metode biaya (cost method)
  • Saham preferen kumulatif (cumulative preferred stock)
  • Deriatif (deriative)
  • Waran pisah (deriative)
  • Tunggakan deviden (devidens in arrears)
  • Cadangan ekuitas (equity reserve)
  • Metode nilai wajar (fair value method)
  • Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan (foreign
  • currency translation adjustment)
  • Metode nilai interistik (interistic value)
  • Deviden saham dalam jumlah besar (large stock dividen)
  • Deviden likuidasi (liquidating dividend).
  • Beban gaji (wages expanse)
  • Rumah tangga kantor (office household)
  • Beban telepon dan listrik (teleph & Electricity Exp)
  • Beban asuransi (insurance expanse)
  • Beban piutang tak tertagih (bad dept expanse)
  • Beban perlengkapan (supplies expanse)
  • Beban penyusutan gedung (dep. Building expanse)
  • Beban peny kendaraan (dep. Car expanse)
  • Beban peny peralatan (dep. Equipment expanse)
  • Beban lain2 (other expanse)
  • Aktiva operasi tidak lancar (noncurrent operating assets)
  • Aktiva tak berwujud (intangible assets)
  • Biaya pengembangan software (software development cost)
  • Biaya yang di kapitalisasi (capitalized assets)
  • Goodwill
  • Goodwill negatif (negative goodwill)
  • Kelayakan teknologi (technological feasibility)
  • Kewajiban penghentian aktiva(asset retirement obligation)
  • Komponen(component)
  • Metode biaya penuh (full cost method)
  • Metode pembelian(purchase method)
  • Metode usaha yang berhasil (successful effors method)
  • Pembaruan (ranewals)
  • Pembelian secara paket (basket purchase)
  • Pemeliharan (maintenance)
  • Penambahan (additions)
  • Penelitian (reseach)
  • Penelitian dan pengembangan (reseach and development)
  • Penemuan (discovery)
  • Pengembangan (development)
  • Penggantian (replacement)
  • Perbaikan (repair)
  • Rasio perputaran aktiva tetap (fixed assets turnover ration)
  • Sewa guna usaha koperasi (operating lease)
  • Sewa guna usaha modal (capital lease)
  • Sumbangan (donation)
  • Aktiva sejenis (smilar asset)
  • Aktiva tidak sejenis (dissimilar assets)
  • Amortisasi (amortization)
  • Deplesi (depletion)
  • Kerugian (loss)
  • Kerugian yang diindikasikan (indicated loss)
  • Keuntungan (gain)
  • Keuntungan ditangguhkan (deferred gain)
  • Nilai buku (book value)
  • Nilai residu/sisa (residual/salvage value)
  • Penurunan nilai (impairment)
  • Penyusutan garis luruh (straight line depreciation)
  • Penyusutan yang dipercepat (accelerated depreciation)
  • Penyusutan (depreciation)
  • Penyusutan faktor pemakaian (use-factor depreciation)
  • Penyusutan faktor waktu (time-factor depreciation)
  • Penyusutan gabungan (composite depreciation)
  • Penyusutan jam sisa(service-hours depreciation)
  • Penyusutan jumlah angka tahun (sum-of-the years-digit depreciation)
  • Penyusutan jumlah unit produksi (productive-output-depreciation)
  • Penyusutan kelompok (group depreciation)
  • Penyusutan per uni (uni depreciation)
  • Penyusutan saldo menurun (declining balance depreciation)
  • Penyusutan saldo menurun ganda (double-declining-balance-depreciatoin)
  • Sumber daya alam (natrual resources)
  • Anak perusahaan (subsidiary company).
  • Kendali (control)
  • Laporan keuangan konsolidasi (consolidated financial statement)
  • Metode ekuitas (equity method)
  • Pengaruh signifikan (significant influence)
  • Induk perusahaan (parent company)
  • Efek ekuitas (equity securies)
  • Efek motede ekuitas (equity method method securities)
  • Efek hutang (debt securities)
  • Efek yang dimiliki hingga jatuh tempo (held-to-maturity securities)
  • Opsi pembelian murah (bargain purchase option)
  • Opsi pembaharuan murah (bargain renewal option)
  • Sewa guna usaha modal (capital lease)
  • Sewa guna usaha pendanaan langsung (direct financing lease)
  • Biaya pelaksanaan (executory costs)
  • Nilai sisa atau nilai residu yang dijamin (guaranteed residual value)
  • Tingkat bunga implisit (implisit interest rate)
  • Tingkat bunga meningkat atau inkremental (incremental interest rate)
  • Biaya langsung awal (initial direct cost)
  • Sewa guna usaha (lease)
  • Masa sewa guna usaha (lease term)
  • Penggunaan aktiva sewa guna usaha (lease)
  • Pemilik aktiva sewa guna usaha (leasor)
  • Pembayaran minimum sewa guna usaha (minium lease payment)
  • Tidak dapat dibatalkan (noncancelable)
  • Sewa guna usaha penjualan (sales-type leases)
  • Nilai sisa atau nilai residu yang tidak dijamin (unguaranteed residual value)
  • Penjualan dan penyewaan kembali (sale-leaseback)
  • Metode aktiva dan kewajiban untuk alokasi pejak antarperiode (assets and liability method of interperiod tax allocation)
  • Perbedaan temporer yang boleh dikurangkan (deductible temporary differences)
  • Tarif pajak efektif (effective tax rate)
  • Laba akuntansi atau laba keuangan (financial income)
  • Alokasi pajak antarperiod (interperiod tax allocation)
  • Rugi operasi bersih (net operating loss [NOL] carryback)
  • Rugi operasi bersih (net operating loss [NOL] carryforward)
  • Perbedaan permanen atau beda tetap (permanent differences)
  • Laba kena pajak atau laba fiskal (taxable income)
  • Perbedaan temporer kena pajak (taxable temporary differences)
  • Perbedaan temporer (temporary differences)
  • Penyisihan penilaian (valuation allowance)
  • Metode aktiva dan kewajiban untuk alokasi pajak
  • antarperiode (assest and liability method of interperiod tax allocation)
  • Perbedaan temporer yang boleh dikurangkan (deductible temporary differences)
  • Tarif pajak efektif (effective tax rate)
  • Laba akuntansi atau laba keuangan (financial income)
  • Alokasi pajak antarperiode (interperiod tex allocation)
  • Rugi operasi bersih (net operating loss [NOL] carryback)
  • Perbedaan permanen atau beda tetap (permanent differences)
  • Laba kena pajak atau laba fiskal (taxable income)
  • Perbedaan temporer kena pajak (taxable temporary differences)
  • Perbedaan temporer (temporary differences)
  • Penyisihan penilaian(valuation allowance)
  • Akumulasi kewajiban imbalan (accumulated benefit obligation-ABO)
  • Beban pensiun periodik bersih (net periodic pension expense)
  • Biaya jasa (service cost)
  • Biaya jasa lalu (prior service cost)
  • Biaya pensiun dibayar dimuka/masih harus dibayar (prepaid/accured pension cost)
  • Biaya pensiun yang ditangghkan (deferred pension cost)
  • Dana pensiun (pension fund)
  • Keuntungan atau kerugian pensiun (pension gain or loss)
  • Keuntungan atau kerugian pensiun bersih yang belum diakui (unreconized net pension gain or loss)
  • Kewajiban pensiun minimum (minimum pension liability)
  • Kewajiban pensiun tambahan (additional pension liability)
  • Imbalan pascapensiun selai pensiun (postretirement benefit other then pensions)
  • Imbalan yang sudah menjadi hak (vested benefits)
  • Nilai dana pensiun yang terkait pasar (market-ralated value of the pension fund)
  • Nilai sekrang aktuarial (actuarial present value)
  • Nilai wajar dana pensiun (fair value of the pension fund)
  • Kurtailmen (penciutan) dalam program pensiun (curtailment of the a pension plan)
  • Penyelesaian program pensiun (settlement of a pension plan)
  • Periode jasa yang diharapkan (expected service period)
  • Program pensiun (pension plan)
  • Program pensiun dan kontribusi (iuran) pekerja (contributory pension plan)
  • Program pensiun iuran pasti (difined contribution pension plans)
  • Program pensiun imbalan pasti (difined benefit pension plans)
  • Program pensiun pemberi kerja tunggal (single-employer pension plans)
  • Program pensiun tanpa kontribusi (iuran) pekerja (noncontibutory pension plans)
  • Proyeksi kewajiban imbalan (protected benefit obligation-PBO)
  • Tanggal memenuhi syarat penuh (full eligibility date)
  • Tingkat bungan penyelesaian (settlement interest rate)
  • Tingkat pengembalian aktual dari dana pensiun (actual return on the pension fund)
  • Tingkat pengembalian yang diharapkan dari dana pensiun (expected return ofn the pension fund)

Terima kasih untuk orang-orang yang membuka ini !!^_^

  • Beri komentarnya ya??^^

Apa Itu MYOB ? Ilmu Pengetahuan, Teknologi

1. Sejarah Singkat MYOB

MYOB merupakan program computer akuntansi (accounting software),MYOB dimulai di Australia pada tahun 1991 dan merupakan salah satu perusahaan yang sukses mengenali kebutuhan yang unik dari perusahaan kecil-menengah sampai perusahaan menengah-besar akan sistem manajemen bisnis (business management systems) yang powerful, mudah dan terjangkau.

Banyak penghargaan diterima oleh jajaran produk MYOB sejak tahun 1991 sampai sekarang.

Sukses ini kemudian berkembang ke seluruh dunia,MYOB pada tahun itu juga memenangkan MacWorld Award untuk kategori Best Accounting Software dan kategori Best Newcomer Software.

Tahun 1996, MYOB Inc., terus berkembang dan bergerak dibawah payung MYOB Limited. MYOB kemudian mengembangkan 6 cabang untuk meng-cover pemasaran MYOB di seluruh dunia, yaitu MYOB US, Inc., MYOB Canada Inc., MYOB Australia Pty Ltd., MYOB New Zealand, MYOB UK Ltd. dan MYOB Asia, yang saat ini terus berkembang dengan munculnya versi khusus negara lainnya, versi Malaysia adalah yang pertama dia Asia, sebelum munculnya versi Singapura, Hongkong dan Asia-International, dan sekarang telah lebih banyak lagi versi negara yang tersedia.

MYOB Accounting versi 15.0 dan Premier versi 9.0 merupakan program yang sudah di operasionalkan oleh para pengolah data-data keuangan. Dengan adanya MYOB Accounting rilis yang baru versi 17.0 menjadi mempermudah dalam penyajian laporan keuangan, khususnya dalam lingkup Accounting Financial (akuntansi keuangan). Namun untuk pembahasan ini lebih memfokuskan pada MYOB Accounting versi 15.0. Berdasarkan komparatif secara fisik terlihat perbedaan antara MYOB Accounting versi 15.0 dengan versi Premier 9.0.

  • MYOB Accounting versi 15.0 digunakan untuk kegiatan administrasi perusahaan yang memiliki transaksi dengan satu sistem mata uang (single currency). Ex, rupiah. Kegiatan administrasinya pun hanya menggunakan satu komputer saja.
  • MYOB Premier 9.0 digunakan untuk kegiatan administrasi perusahaan yang memiliki transaksi dengan berbagai mata uang (multi currency). Ex, IDR dan U$$. Kegiatan administrasinya biasanya melibatkan banyak komputer yang berhubungan satu sama lain (integrated networking).

Dengan berkembangnya informasi keuangan yang bersifat urgent. Sehingga diperlukan suatu instrument pengolahan data-data keuangan menjadi informasi keuangan yang bersifat final. MYOB sebagai software yang mampu mengolah setiap input data menjadi output informasi secara cepat. Namun perlu diketahui bahwa MYOB dibuat untuk memenuhi kebutuhan akuntansi perusahaan. Menutup kemungkinan bahwa software MYOB bisa dioperasionalisasikan untuk membuat laporan keuangan seperti yang lazim dalam Accounting Based (Akuntansi Dasar).

2. Kegunaan MYOB dlm keg.adm perusahaan

Berikut kegunaan MYOB dalam kegiatan administrasi perusahaan:

  • Alat bantu orang – orang untuk menyelesaikan pekerjaan akuntansi
  • Menghemat waktu dalam mengelola dan menjalankan pembukuan
  • Mengerti lebih dalam bisnis
  • membantu kita dalam proses penjualan dan pembelian, track piutang dagang (receivable), hutang dagang (payables) and pajak (GST), email your quotes dan invoice dan banyak lagi – semuanya hanya dengan meng-klik beberapa tombol saja.
  • Mengelola barang dagangan
  • Untuk memenuhi kebutuhan akuntansi perusahaan,dll

3. Peranan MYOB dlm siklus akuntansi perusahaan jasa

 

  • Sebagai alat komunikasi untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam proses implimentasi dalam pengoperasian MYOB
  • Sebagai alat untuk mempermudahkan kita untuk mencatat transaksi dalam perusahaan jasa

4. Fungsi & fasilitas MYOB

Dalam aplikasinya (Applied) MYOB mempunyai berbagai fungsi dan fasilitas-fasilitas (fitur). Seperti dalam baris menu yang terdiri dari delapan kelompok menu pilihan untuk mengakses perintah, sub menu dan kotak dialog: File, Edit, Lists, Command Centres, Setup, Reports, Window, dan Help.

Sedangkan pada Modul Command Centre terdiri dari delapan modul, yang merupakan pembagian dari kegiatan akuntansi, meliputi: Accounts, Banking, Sales, Time Billing, Purchases, Payroll, Inventory, dan Card File. Dalam pengelompokan akun, MYOB sedikit berbeda dengan teori akuntansi. Hal ini untuk efisiensi dan kemudahan penggunaan saja. Jumlah Digit Akun: Akun (Accounts) dalam MYOB terdiri dari 5 digit (X.XXXX). dan untuk tipe Akun (Account Type) MYOB membagi 8 kelompok akun, yaitu: Assets (kelompok aktiva), Liability (kelompok kewajiban), Equity (kelompok ekuitas), Income (kelompok Penghasilan/Penjualan), Cost Of Sales (kelompok harga pokok penjualan), Expense (kelompok beban), Other Income (kelompok penghasilan lain-lain), Other Expense (kelompok beban lain-lain). Dalam hal penentuan tipe header dan detail, header digunakan untuk setiap akun yang masih memiliki akun anak, biasanya untuk jenis akun kelompok, sedangkan Detail digunakan untuk setiap akun yang tidak memiliki akun anak lagi; biasanya untuk akun subkelompok. Dalam hal ini setiap akun detail harus disesuaikan (mengatur level akun) berdasarkan header masing-masing kelompok dengan menggunakan UP; untuk menggeser akun ke kiri dan Down; untuk menggeser akun ke kanan.

Dalam tahapan pembuatan data baru, setiap user (pengguna) dihadapkan pada tiga pilihan pada bagian Accounts List: 1. I would like to start with one of the lists provided by MYOB Accounting (menggunakan akun-akun yang sudah disediakan oleh MYOB), 2. I Would like to import a list of accounts provided by my accountant after I’m done creating my company file (menggunakan akun-akun yang sebelumnya di buat di Ms. Excel untuk kemudian di import dalam MYOB system), 3. I would like to build by my own accounts list once I begin using MYOB (menggunakan sebagian dari akun MYOB dan selanjutnya membuat akun-akun sendiri-sesuai dengan kebutuhan recording). Ketika dalam kondisi memilih import maka user tersebut diharuskan mengimport akun-akun yang sudah di format dalam bentuk Text (Tab delimited) di Ms. Excel (lebih detailnya lihat pada penjelasan materi Import yang lalu). Begitu pula pada saat penggunaan linked accounts (akun yang terhubung dengan akun lain): Pada posisi Accounts & Banking Accounts (akun buku besar dank as/ bank), Sales Linked Accounts (akun-akun yang terkait dalam penjualan), Purchases Linked Accounts (akun-akun yang terkait dalam transaksi pembelian, Payroll Linked Accounts (berkaitan dengan penggajian). Untuk mengisi daftar relasi menggunakan Card File, yang terdiri dari bagian Customer (pelanggan), Supplier (pemasok), Employee (karyawan), dan Personal (individu)-untuk penjelasan detailnya lihat catatan yang lalu.

Bukti Transaksi & Entri Data, menggunakan modul Banking, khusus mencatat transaksi penerimaan dan pengeluaran kas bank-untuk penjelasan detailnya lihat catatan yang lalu. Dalam tahapan penginputan setiap bukti transaksi keuangan perlu diklasifikasikan terlebih dahulu. Berdasarkan sistem dan prosedur penerimaan kas (receive money) berbeda dengan berdasrkan sistem dan prosedur pengeluaran kas (spend money). Bukti transaksi pada hakekatnya sebagai dasar dalam pengolahan untuk dijadikan informasi keuangan. Ketika terjadi suatu pengeluaran tanpa dilandasi dengan adanya bukti pengeluaran maka bisa terjadi kesalahan interpretasi. Bukti transaksi juga sebagai catatan historis yang menunjukan spesifikasi kegiatan beserta jumlah nominal yang tertera.

MYOB Accounting Software memudahkan anda dalam mendesign accounting process sesuai dengan kehendak anda sehingga lebih mudah digunakan ketika mencari informasi tentang bisnis anda. Dengan MYOB Accounting’s powerful inventory management system, anda akan dapat dengan mudah mengetahui secara tepat jumlah stock jumlah pemesanan dan berapa yang sudah komit (committed).

MYOB Accounting Software dapat melakukan analisa atas bisnis anda dengan lebih dari 160 cara,sehingga banyak orang yang menggunakan software ini

Lebih mudah membuat keputusan dalam bisnis jika anda mempunyai informasi yang tepat dan sangat detail:

– Lebih dari 160 laporan dan chart

– Nilai Profit & Loss dan Balance Sheet terbaru

– Membuat laporan yang menyeluruh kemudian rubah menjadi Microsoft Excel file untuk melakukan analisa lebih dalam.

– Email atau save semua laporan ke disk untuk accountant anda

– Gunakan Company Data Auditor untuk mendeteksi kesalahan umum dalam proses dan untuk memastikan integrasi informasi pada bisnis anda,dll

berikut beberapa penjelasan dari saya tentang MYOB semoga berguna bagi orang -orang yg membuka ini semua!!Amien

Tolong tinggalin komentar ya??^^

Mengenal Gedung Negara Grahadi

Terletak dijantung kota Surabaya, tidak jauh dari pusat perbelanjaan Tunjungan Plasa, tepatnya di Jalan Gubernur Suryo wisatawan dapat menjumpai sebuah bangunan megah yang memiliki sejarah pada masa lampau. Gedung ini lebih dikenal dengan sebutan Grahadi karena di dalam gedung ini terdapat sebuah ruang rapat yang bernama Grahadi.

Grahadi berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari dua suku kata Graha berarti Rumah dan Adi berarti derajat yang tinggi. Nama Grahadi mempunyai makna “rumah yang mempunyai nilai atau derajat yang tinggi”. Meskipun dua abad telah berlalu tetapi gedung ini tetap berdiri kokoh dan masih tetap dalam wujud aslinya.

Bagi peminat dan pengagum arsitektur ada pandangan pertama tentu akan terpesona dengan penampilan arsitekturnaya yang khas yakni gaya arsitektur pada waktu pemerintahan Hindia Belanda yang didominasi oleh garis-garis lempang, vertikal dan horizontal dengan perbandingan yang seimbang dan estetis sehingga wajarlah jika gedung ini dikategorikan dalam bentuk bangunan-bangunan monumental yang terkonservasikan dengan baik.

Gedung yang bertingkat dua ini mempunyai luas bangunan induk 2016 m2, bangunan penunjang 4.125,75 m2 dan terletak di atas tanah seluas 16.284 m2. Pada lantai I dalam gedung terbagi menjadi beberapa ruangan antara lain ruang tamu, ruang rapat Muspida Tingkat I Jawa Timur.

Pohon palem tiang bendera dan rumput hijau yang terhampar di halaman menambah pemandangan ini semakin asri.

Gedung yang menyimpan banyak peristiwa bersejarah ini dapat dikunjungi oleh wisatawan mulai hati Senin sampai Kamis pukul 08.00-13.00 WIB,hari Jum’at pukul 08.00-11.00 WIB,hari Sabtu pukul 08.00-12.00, sedangkan hari Minggu ditutup untuk umum. Tiga atau empat hari sebelum dikunjungi wisatawan hendaknya mengirimkan surat pemberitahuan kepada Kepala Bagian Rumah Tangga Biro Umum Setwilda Tk. I Jawa Timur, Jl. Pahlawan 110 Surabaya. Dibelakang gedung mengalir sungai Kali Mas yang digunakan untuk wisata air dengan menggunakan perahu mengikuti arus sungai untuk menikmati sebagian kota Surabaya.

Wisata air ini dibuka untuk umum mulai har Senin sampai hari Jum’at pukul 17.00-19.00 WIB, hari Sabtu pukul 13.00-19.00 WIB,hari Minggu pukul 09.00-19.00 WIB. Di tepi sungai Kali Mas juga terdapat Taman Prestasi dimana anak-anak dapat bermain sambil berekreasi. Taman Prestasi dibuka untuk umum setiap hari pada sore hari.
Konstruksi Bangunan

Gedung dyang usianya lebih dua abad ini memang masih tampak kokoh karena selain didukung oleh gaya arsitektur juga didukung oleh konstruksi bangunan yang sangat kuat. Tembok-tembok,dinding ruangan yang luas dan tinggi, baik di lantai I maupun di lantai II semuanya dari batu merah yang besar-besar tanpa dukungan beton dan semen, namun tampak kuat dan kokoh.

Ventilasi dan sirkulasi udara dalam ruangan dengan pintu-pintu dan jendela-jendela yang terbuat dari kayu dan kaca bening yang besar-besar, menjadikan ruangan terasa segar dan terang pada siang hari.

Kayu jati, kecuali untuk kusen pintu dan jendela,juga dipergunakan sebagai bahan baku utama penopang bangunan tingkat I maupun sebagai lantai. Seluruh ruangan ditingkat atas lantainya terbuat dari kayu jati yang tebal sebagai sarana penopang bangunan dipergunakan balok-balok besar dalam ukuran yang panjang. Tangga yang menghubungkan lantai dasar dengan ruangan tingkat I seluruhnya terbuat dari bahan kayu jati yang sampai kini masih asli. Gedung ini juga dilengkapi serambi terbuka(teras) dengan bagian depan bangunan yang atapnya ditopang oleh plar-pilar dalam arsitektur Romawi/Yunani.


Sejarah Gedung Negara


Gedung Negara dibangun pada tahun 1795. Waktu itu penguasa tunggal (Gezaghebber) Belanda,
Dirk Van Hogendorp (1794-1798) beranggapan bahwa tempat kediaman resminya di kota bawah, dekat Jembatan Merah, kurang sesuai dengan kedudukannya. Ia memilih sebidang tanah di tepi Kali Mas untuk dibangun sebuah rumah taman yang lebih representatip.

Tanah di Jalan Pemuda yang dulu bernama Simpang, milik seorang Cina yang semula segan menyerahkannya kepada Van Hogendorp, namun menurut cerita ia akhirnya berhasil dipaksa secara halus dengan pernyataan bahwa tanah itu akan “disimpan” baginya. Menurut cerita, pemiliknya hanya diberi ganti rugi segobang (2.5 sen). Dari kata “disimpan” tadi lahirlah kata Simpang.

Van Hogendorp membangun gedung itu dengan biaya 14.000 ringgit. Namun ia menikmati tempat kediaman itu hanya sekitar tiga tahun saja.

Selama ia memangku jabatannya banyak keluhan disampaikan kepada Pemerintah Pusat Hindia Belanda di Batavia(Jakarta), antara lain ia dituduh menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi. Itulah sebabnya ketika diadakan resepsi Tahun Baru pada tanggal 1 Januari 1798 ia ditangkap dan dikirim ke Batavia. Guberbur Jenderal Belanda Daendels yang terkenal dengan sebutan Toean Besar Goentoer memperbaiki Gedung Grahadi, ia ingin menjadikan gedung itu sebagai suatu Istana.

Disamping itu, juga dibangun sebuah jembatan di atas Kali Mas yang kini mengalir di belakang gedung tersebut. Pada mulanya Gedung ini memang menghadap ke Kali Mas, sehingga pada sore hari penghuninya sambil minum teh dapat melihat perahu-perahu yang menelusuri kali tersebut.

Perahu-perahu itu juga dimanfaatkan sebagai sarana transportasi. Mereka datang dan pergi dengan menggunakan perahu menelusuri Kali Mas. Dalam perkembangan berikutnya gedung yang megah itu juga dipakai untuk tempat bersidang Raad van Justitie(Pengadilan Tinggi), juga dipakai untuk pesta,resepsi dan lain-lain.

Pada tahun 1802 Gedung Grahadi yang semula menghadap utara diubah posisinya menjadi menghadap selatan seperti sekarang ini. Diseberangnya ada taman yang bernama Kroesen(Taman Simpang), yang diambil dari nama Resident J.C. Th. Kroesen (1888-1896).

Di belakang taman itu ada patung Joko Dolog yang berasal dari kerajaan Singosari yang sekarang masih berdiri kokoh. Sejak Indonesia merdeka Gubernur Jawa Timur pertama yang bertempat tinggal di Grahadi ialah R.T. Soerjo(1946-1948) yang patungnya kini tampak diseberang jalan gedung tersebut. Sejak Gubernur Samadikoen(1949-1957) sampai sekarang gedung ini dijadikan Gedung Negara untuk menerima tamu, resepsi, serta pertemuan-pertemuan lain, sedangkan Gubernur sendiri bertempat tinggal di kediaman lain di dalam kota Surabaya.

Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Prov. Jatim, http://www.jatimprov.go.id